Pengikut

Jumat, 19 April 2013

Anemia dalam kehamilan



By. Bid. Vemy Tamaledu, S.ST
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Menurut WHO (World Health Organization) atau organisasi perserikatan bangsa- bangsa yang menangani masalah kesehatan, bahwa 40% kematian ibu dinegara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan. Di Negara maju maupun di Negara berkembang seseorang disebut anemia bila kadar hemoglobin ( Hb ) kurang dari 10 gr%, disebut anemia berat atau bila kurang dari 5 gr% disebut anemia gravis. Berdasarkan penelitian di ASEAN, Indonesia mempunyai AKI yang paling tinggi sebesar 307/100.000 kelahiran hidup. Yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan, nifas dari total AKI 37% diantaranya diakibatkan oleh penyakit anemia dalam kehamilan.
Frekuensi ibu hamil dengan anemia di Indonesia relatif tinggi yaitu 63,5%, sedangkan di Amerika hanya 6 %. Kekurangan gizi dan perhatian yang kurang terhadap ibu hamil merupakan predisposisi anemia defisiensi ibu hamil di Indonesia. Kebanyakan anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi (Saifudin,2002).
Berdasarkan data diatas maka penulis tertarik membuat makalah tentang anemia dalam kehamilan.
1
 


B.    
2
Tujuan penulisan
1.      Tujuan Umum
            Mendapatkan gambaran yang benar serta menambah wawasan kebidanan   tentang anemia dalam kehamilan
2.     Tujuan Khusus
a.       Menjelaskan pengertian anemia
b.      Menjelaskan penyebab anemia
c.       Menjelaskan tanda dan gejala anemia
d.      Menjelaskan klasifikasi anemia
e.       Menjelaskan pengobatan anemia dalam kehamilan
f.       Menjelaskan efek atau pengaruh anemia pada ibu hamil, bersalin dan nifas.
C.    Manfaat Penulisan
1.      Menambah wawasan bagi bidan dalam pelaksanaan praktik kebidanan
2.      Menjadi landasan berpikir seorang bidan dalam praktik kebidanan

.




BAB II
TINJAUAN TEORI
A.    Pengertian
Pria maupun wanita, dinyatakan menderita anemia apabila kadar hemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 12 g/100 ml (Wiknyosastro, 2002).
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) dibawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar < 10,5 gr% pada trimester II. Nilai batas tersebut dan perbedaannya dengan kondisi wanita tidak hamil terjadi karena hemodilusi, terutama pada trimester II (Wiknyosastro, 2002).
Darah akan bertambah banyak dalam kehamilan yang lazim disebut Hidremia atau Hipervolemia. Akan tetapi, bertambahnya sel darah kurang dibandingkan dengan bertambahnya plasma sehingga terjadi pengenceran darah. Perbandingan tersebut adalah sebagai berikut: plasma 30%, sel darah 18% dan hemoglobin 19%. Bertambahnya darah dalam kehamilan sudah dimulai sejak kehamilan 10 minggu dan mencapai puncaknya dalam kehamilan antara 32 dan 36 minggu (Wiknyosastro, 2002).
B.     Penyebab
Kebanyakan anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tidak jarang keduannya saling berinteraksi (Safuddin, 2002). Menurut Mochtar (2000), penyebab anemia pada umumnya adalah sebagai berikut:
3
 
1.     
4
Kurang gizi (malnutrisi), kurang zat besi dalam diit, malabsorpsi
2.      Kehilangan darah banyak seperti persalinan yang lalu, haid dan lain-lain
3.      Penyakit-penyakit kronik seperti TBC paru, cacing usus, malaria dan lain-lain
C.     Tanda dan Gejala
Gejala anemia pada kehamilan yaitu ibu mengeluh cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang, malaise, lidah luka, nafsu makan turun (anoreksia), konsentrasi hilang, nafas pendek (pada anemia parah) dan keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda.
D.    Klasifikasi (pembagian) dan Pengobatannya
Klasifikasi anemia dalam kehamilan menurut Mochtar (2000), adalah sebagai berikut:
1.      Anemia Defisiensi Besi
Adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah. Pengobatannya yaitu, keperluan zat besi untuk wanita hamil, tidak hamil dan dalam laktasi yang dianjurkan adalah pemberian tablet besi.
a.       Terapi Oral adalah dengan memberikan preparat besi yaitu fero sulfat, fero glukonat atau Na-fero bisirat. Pemberian preparat 60 mg/ hari dapat menaikan kadar Hb sebanyak 1 gr%/ bulan. Saat ini program nasional menganjurkan kombinasi 60 mg besi dan 50 nanogram asam folat untuk profilaksis anemia (Saifuddin, 2002).
b.     
5
Terapi Parenteral baru diperlukan apabila penderita tidak tahan akan zat besi per oral, dan adanya gangguan penyerapan, penyakit saluran pencernaan atau masa kehamilannya tua (Wiknjosastro, 2002). Pemberian preparat parenteral dengan ferum dextran sebanyak 1000 mg (20 mg) intravena atau 2 x 10 ml/ IM pada gluteus, dapat meningkatkan Hb lebih cepat yaitu 2 gr% (Manuaba, 2001).
Untuk menegakan diagnosa Anemia defisiensi besi dapat dilakukan dengan anamnesa. Hasil anamnesa didapatkan keluhan cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang dan keluhan mual muntah pada hamil muda. Pada pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat sachli, dilakukan minimal 2 kali selama kehamilan yaitu trimester I dan III. Hasil pemeriksaan Hb dengan sachli menurut Manuaba ( 2007 ), dapat digolongkan sebagai berikut :
1.      Hb 11 gr% : Tidak anemia
2.      Hb 9-10 gr% : Anemia ringan
3.      Hb 7 – 8 gr%: Anemia sedang
4.      Hb < 7 gr% : Anemia berat
Klasifikasi derajat anemia menurut WHO yang dikutip dalam buku Handayani W, dan Haribowo A S, ( 2008 ) :
1.      Ringan sekali Hb 10,00 gr% - 13,00 gr%
2.      Ringan Hb 8,00 gr% - 9,90 gr%
3.      Sedang Hb 6,00 gr% - 7,90 gr%
4.      Berat Hb < 6,00 gr%
6
Kebutuhan zat besi pada wanita hamil yaitu rata-rata mendekatai 800 mg. Kebutuhan ini terdiri dari, sekitar 300 mg diperlukan untuk janin dan plasenta serta 500 mg lagi digunakan untuk meningkatkan massa hemoglobin maternal. Kurang lebih 200 mg lebih akan dieksresikan lewat usus, urin dan kulit. Makanan ibu hamil setiap 100 kalori akan menghasilkan sekitar 8–10 mg zat besi. Perhitungan makan 3 kali dengan 2500 kalori akan menghasilkan sekitar 20–25 mg zat besi perhari. Selama kehamilan dengan perhitungan 288 hari, ibu hamil akan menghasilkan zat besi sebanyak 100 mg sehingga kebutuhan zat besi masih kekurangan untuk wanita hamil (Manuaba, 2001).
2. Anemia Megaloblastik
Adalah anemia yang disebabkan oleh karena kekurangan asam folik, jarang sekali karena kekurangan vitamin B12.
Pengobatannya:
a.       Asam folik 15 – 30 mg per hari
b.      Vitamin B12 3 X 1 tablet per hari
c.       Sulfas ferosus 3 X 1 tablet per hari
d.      Pada kasus berat dan pengobatan per oral hasilnya lamban sehingga dapat diberikan transfusi darah.
3. Anemia Hipoplastik
Adalah anemia yang disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang, membentuk sel darah merah baru. Untuk diagnostik diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan diantaranya adalah darah tepi lengkap, pemeriksaan pungsi ekternal dan pemeriksaan retikulosi.
7
4. Anemia Hemolitik
Adalah anemia yang disebabkan penghancuran atau pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya. Gejala utama adalah anemia dengan kelainan-kelainan gambaran darah, kelelahan, kelemahan, serta gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital.
Pengobatannya tergantung pada jenis anemia hemolitik serta penyebabnya. Bila disebabkan oleh infeksi maka infeksinya diberantas dan diberikan obat-obat penambah darah. Namun, pada beberapa jenis obat-obatan, hal ini tidak memberi hasil. Sehingga transfusi darah berulang dapat membantu penderita ini.
E.     Efek atau Pengaruh Anemia pada Ibu Hamil, Bersalin dan Nifas
Anemia dapat terjadi pada setiap ibu hamil, karena itulah kejadian ini harus selalu diwaspadai. Anemia yang terjadi saat ibu hamil Trimester I akan dapat mengakibatkan: abortus, missed abortus dan kelainan kongenital. Anemia pada kehamilan trimester II dapat menyebabkan: Persalinan prematur, perdarahan antepartum, gangguan pertumbuhan janin dalam rahim, asfiksia intrauterin sampai kematian, BBLR, gestosis dan mudah terkena infeksi, IQ rendah dan bahkan bisa mengakibatkan kematian. Saat inpartu, anemia dapat menimbulkan gangguan his baik primer maupun sekunder, janin akan lahir dengan anemia, dan persalinan dengan tindakan yang disebabkan karena ibu cepat lelah. Saat post partum anemia dapat menyebabkan: atonia uteri, retensio placenta, perlukaan sukar sembuh, mudah terjadi febris puerpuralis daan gangguan involusio uteri.


BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.D, 25 TAHUN, HAMIL 26- 27 MINGGU  (HPHT) DENGAN ANEMIA DIRUMAH SAKIT UMUM DAERAH TASIKMALAYA

Nomor CM               :     11405129
Tanggal Pengkajian  :     29 Desember 2011 Pukul 15.00 WIB
Tempat Pengkajian   :     R.Ponek Obsgin RSUD Kota Tasikmalaya
I.       Data Subjektif
A.       Biodata
Nama                    :    Ny. W                    Nama Suam           :          Tn.T
Umur                    :    25 Tahun                Umur                      :          29 Tahun
Pendidikan           :    SD                          Pendidikan             :          SMA
Pekerjaan              :    IRT                        Pekerjaan               : Wiraswasta
Agama                  :    Islam                      Agama                  : Islam
Golongan Darah   :    A                            Golongan Darah    : O
Alamat                 :    Kp.Mandapa  Kel/Ds. Cisaruni Kec.Padakembang
B.        Keluhan utama
Ibu mengeluh pusing, lemah dan cepat lelah.
8
 
C.       
9
Riwayat Obstetri
1.      Riwayat Menstruasi
Ibu mengatakan haid pertama kali umur 12 tahun, lamanya seminggu dan teratur setiap 28 hari.Banyaknya 2-3 kali ganti pembalut. Tidak ada keluhan saat haid.
2.      Riwayat kehamilan sekarang
Ibu mengatakan ini adalah kehamilannya yang pertama. Ibu merasa hamil 6  bulan lebih. Ibu baru dua  kali memeriksakan kehamilannya dibidan selama kehamilan ini. Ibu sudah mendapatkan imunisasi TT 1 kali. Pergerakan janin dirasakan pertama kali pada usia kehamilan 4 bulan.Ibu mengatakan sudah hamper sebulan sering merasa pusing,lemah dan cepat lelah.Hari ini, jam 07.00 WIB ibu kebidan untuk memeriksakan kehamilan dan keluhannya. Oleh bidan, ibu dianjurkan untuk ke RSUD.
D.       Riwayat Ginekologi
Ibu mengatakan tidak pernah dan tidak sedang mempunyai penyakit yang berhubungan dengan alat reproduksi.
E.        Riwayat Kesehatan
Ibu mengatakan tidak pernah dan tidak mempunyai penyakit berat, menular ataupun keturunan.



F.        
10
Riwayat perkawinan
Ibu mengatakan ini merupakan pernikahan yang pertama bagi ibu dan suaminya.Usia ibu saat menikah adalah 24 tahun dan suaminya 28 tahun.Lamanya usia pernikahannya adalah 1 tahun.
G.       Riwayat psikososial
Ibu mengatakan dirinya dan keluarga  sangat berbahagia dengan kehamilannya yang pertama dan sudah sangat mengharapkan kehamilan ini.
H.       Riwayat KB
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi.
I.          Gaya hidup yang mempengaruhi kesehatan
Ibu mengatakan tidak pernah merokok,minum-minuman keras maupun mengkonsumsi obat-obatan terlarang.
J.          Pola kebiasaan sehari-hari
1.      Pola nutrisi
Ibu mengatakan  makan 3 kali sehari dengan menu bervariasi, minum kurang lebih 7 gelas air air ( air putih/air teh) sehari.
2.      Pola eliminasi
Ibu mengatakan tidak ada keluhan untuk  BAB dan BAK. Ibu BAB 1 kali sehari konsistensi lunak warna kekuningan dan BAK 7-8 kali sehari. Tapi sekarang sudah lebih sering.
3.      Pola istirahat dan tidur
Ibu mengatakan sulit tidur dan sering terbangun pada malam hari.
4.     
11
Personal Hygiene
Ibu mengatakan mandi 3 kali sehari, dan mengganti baju serta celana dalam setelah mandi atau berkeringat.
5.      Pola aktivitas
Ibu mengatakan saat ini tidak melakukan aktivitas yang berat. Dirumah ibu dibantu oleh suami dan orangtua untuk melakukan pekerjaan rumah tangga.
6.      Pola seksual
Ibu mengatakan tidak ada masalah dalam berhubungan seksual dengan suami. Tapi aktivitas ini sudah jarang dilakukan sejak ibu hamil.
II.    Data objektif
A.       Keadaaan umum         :    sakit sedang
Kesadaran                   :    compos mentis
Keadaan emosional     :    stabil
B.        Antropometri
Tinggi badan               :    150 cm
BB sebelum                 :    47 Kg
BB sekarang                :    55 Kg
Lila                              :    24 cm
C.        Tanda –tanda vital
Tekanan darah             :    100/70 mmHg
Nadi                            :    88 x/ menit
12
Respirasi                      :    22 x/ menit
Suhu badan                 :    36,4 C
1.      Kepala                   :    rambut bersih, tidak rontok dan tak ada benjolan
2.      Muka                     :    wajah tidak odema, tidak ada chloasma
3.      Mata                      :    sklera tidak ikterik, konjungtiva agak pucat
4.      Hidung                  :    tidak ada benjolan,tidak ada pengeluaran lendir
5.      Telinga                  :    bersih, simetris, tidak ada pengeluaran cairan
6.      Mulut/gigi             :    bersih, tidak ada karies dan stomatitis, lidah                                bersih
7.      Leher                     :    tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan                                  kelenjar getah bening
8.      Tenggorokan         :    refleks menelan baik, tidak ada pembesaran                                 tonsil
9.      Dada                 :    simetris, puting susu menonjol, benjolan tidak                             ada, ASI ada, tidak ada nyeri tekan dan                                           pembengkakan
10.  Abdomen              :    tidak ada luka bekas operasi
§  Leopold I       :    difundus teraba bulat, lunak, tidak melenting.                             TFU 24 cm, LP 90 cm.
§  Leopold II       :    sebelah kiri teraba datar, keras, memanjang,                                 sebelah kanan teraba bagian- bagian kecil janin
§  Leopold III     :    dibawah teraba bulat, keras, melenting

11. 
13
Ekstremitas :
§  Atas                 :    odema  tidak ada, kuku tidak pucat dan bersih
§  Bawah             :    kuku bersih, tidak pucat, tidak odem, tidak ada                          varises, reflek patella +/+
12.  Anogenital
§  Anus                :    tidak ada hemoroid
§  Genitalia          :    v/v tak, tidak varices dan benjolan, tidak ada                              flour albus
D.       Pemeriksaan Penunjang
Hemoglobin : 8,9 gr%
III. Analisa data
Ny.D, 25 tahun,hamil 26- 27 minggu ( HPHT ) dengan anemia
IV. Penatalaksanaan
Ø  Membina hubungan yang baik dengan ibu dan kelurga
Ø  Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga
Ø  Mengobservasi tanda-tanda vital dan BJF
Ø  Melakukan kolaborasi dengan dokter SpOG advis : control 1 minggu kemudian dan terapi SF dilanjutkan
Ø  Menganjurkan ibu untuk makan/minum  yang cukup dan bergizi serta minum susu
Ø  Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup
Ø  Menganjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene
Ø 
14
Menjelaskan pada ibu tanda dan bahaya pada ibu hamil ditrimester ke III dan bahaya anemia dalam kehamilan.
Ø  Melakukan pendokumentasian dalam SOAP















BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kejadian anemia pada ibu hamil harus selalu diwaspadai mengingat anemia dapat meningkatkan risiko kematian ibu, angka prematuritas, BBLR dan angka kematian bayi. Untuk mengenali kejadian anemia pada kehamilan, seorang ibu harus mengetahui gejala anemia pada ibu hamil, yaitu cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang, malaise, lidah luka, nafsu makan turun (anoreksia), konsentrasi hilang, napas pendek (pada anemia parah) dan keluhan mual muntah lebih hebat pada kehamilan muda.
B.     Saran
1.      Bidan harus memiliki wawasan yang luas dan benar tentang anemia pada kehamilan.
2.      Bidan harus memberikan informasi yang benar tentang anemia pada kehamilan pada ibu hamil.
3.      Ibu-ibu hamil harus mengenali secara dini tanda dan gejala anemia serta mengetahui tindakan yang harus dilakukan.



15
 
16
DAFTAR PUSTAKA
Ai Yeyeh Rukiyah, Lia Yulianti. 2010. Asuhan Kebidanan IV ( Patologi Kebidanan).Tim: Jakarta.
Mochtar, Rustam. 2000. Sinopsis Obstetri, Jilid I, Edisi 3. EGC. Jakarta.
Saifudin, A.B., dkk. 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. YBP-SP: Jakarta.
Wiknyosastro, dkk. 2002. Ilmu Kebidanan, Edisi III. YBP-SP: Jakarta.








17
LAMPIRAN
Pertanyaan, masukan  dan jawaban saat presentasi kasus :
1.      Jelaskan pengertian anemia hipoplastik dan anemia hemolitik ?
Jawab :
Anemia hipoplastik adalah anemia yang disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang, membentuk sel darah merah baru.Anemia hemolitik adalah anemia yang disebabkan penghancuran atau pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya.
2.      Apa yang dilakukan bidan jika ada ibu hamil dengan Hb 7 gr% dan dianjurkan oleh dokter untuk rawat jalan/dipulangkan?
Jawab :
Bidan memberitahukan ibu untuk istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi, cukup istirahat, tetap minum obat penambah darah. Memberitahukan ibu tentang tanda bahaya dalam kehamilan serta bahaya dan kemungkinan yang terjadi pada ibu hamil dengan anemia. Bidan juga melibatkan keluarga untuk menjaga, merawat dan mengawasi ibu dan memberitahukan untuk segera datang kefasilitas kesehatan jika ada masalah yang terjadi dengan kehamilan ibu.
3.      Klasifikasi anemia menurut WHO agar dimasukan dalam tinjauan teori.
Jawab :
Klasifikasinya sudah ditambahkan dalam tinjauan teori.

4.     
18
Perdarahan yang bagaimana yang bisa menyebabkan anemia pada persalinan yang lalu dan contoh penyakit kronik yang bisa menyebabkan anemia?
      Jawab :
Riwayat HPP pada persalinan yang lalu bisa menjadi faktor predisposisi seorang ibu hamil untuk mengalami HPP kembali pada kehamilan berikutnya. Penyakit kronis yang bisa menyebabkan anemia seperti TBC paru, cacing usus dan malaria.
5.      Bagaimana hubungan anemia dengan gangguan his pada proses persalinan ?
Jawab :
Pada ibu hamil dengan anemia berarti terjadi gangguan oksigenasi. Sehingga, aliran darah  pada otot rahim berkurang sehingga mengganggu kontraksi atau bisa mengakibatkan tidak adanya kontraksi.

Tidak ada komentar: